Adam Smith dan Pandangannya Dalam Ekonomi Dunia

Adam Smith dan Pandangannya Dalam Ekonomi Dunia - John Adam Smith atau yang lebih terkenal dengan Adam Smith adalah seorang ahli filsuf berkebangsaan Skotlandia. Beliau dikenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi dunia setelah menerbutkan sebuah buku yang berjudul: The Wealth of Nations. Secara garis besar, buku ini membahas mengenai: apa yang menentukan tingkat kemakmuran suatu bangsa dan bagaimana taraf hidup rakyat dapat ditingkatkan dan didistribusikan.
 
Pikiran utama The Wealth of Nations ialah globalisasi yang bergeliat menurut kondisi pasar dimana ia berpedoman bahwa dengan sendirinya dapat menghasilkan komoditi yang dibutuhkan masyarakat konsumen bnaik secara jumlah maupun kualitas produk. Dalam kasusnya ia melihat ketika stokproduk yang sedang menjadi tren justru menurun,maka secara otomatis harga produk tersebut yang beredar dipasaran akan terkoreksi  kemudian hal ini akan memberi keuntungan kepada siapapun yang memproduksinya. Disebabkan laba yang mengiurkan maka orang lainpun ikut memproduksi produk yang sedang dicari itu. Hal ini berakibat memperbaiki persediaan produk yang dimaksud. Sehingga pada akhirnya harga produk tersebut akan kembali normal lagi. Menurutnya roda ekonomi itu tadi tidak ada yang memperbaikinya, tapi keadaan tersebut akan teratasi dengan sendirinya.
Menurut Adam Smith, secara sistematis ilmu ekonomi mempelajari perilaku upaya manusia untuk mengatur sedemikian rupa sumber daya yang ada dan terbatas sehingga dapat mencapai tujuan tertentu. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar atas teori ekonomi klasik. Mahaguru di Universitas Glasgow (1751-1764) ini juga dianggap menjadi salah satu tokoh sistem ekonomi kapitalisme. Dalam karyanya, Adam Smith sering memakai kata-kata  nilai (value), kekayaan (welfare) dan utilitas (utility. Teorinya yang terkenal lainnya adalah teori ekonomi "laissez-faire".
Pria yang meninggal di usia 67 tahun ini mengemukakan bahwa seharusnya manfaat kepada masyarakat luas juga dirasakan dari aktifitas ekonomi seseorang yang berkepentingan pribadi sekalipun. Lalu muncullah istilah invisible hand  (tangan tak terlihat) dimana globalisasi mempunyai sistem untuk mengoreksi keadaan yang tidak sehat. Kerana dampak dari pasar bebas ialah kemaslahatan bagi semua lapisan masyarakat.
Dalam kontribusinya di ekonomi dunia tokoh yang lahir di kota Kirkcaldy, Skotlandia, tahun 1723 ini juga mencetuskan metode meritokrasi. Adalah mekanisme yang dipakai instansi terkait untuk memilih individu yang tepat sesuai kemampuan atau bakatnya guna memikul tanggung jawab yang diberikan. Istilah ini disebut-sebut sebagai cambuk agar manusia berusaha memperbaiki dirinya menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Selain itu sistem ini juga mengupayakan terjadinya spesialisasi dan efisiensi dalam ekonomi. Ekonom lulusan dari Universitas Oxford ini berada di peringkat 30 di Daftar orang paling berpengaruh - karya Michael H. Hart.
 
Selain itu, menurut Adam Smith, secara sistematis ilmu ekonomi mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuan tertentu. Ini yang banyak dikenal sebagai teori ekonomi klasik. Dalam analisisnya, Adam Smith banyak menggunakan istilah-istilah normatif seperti: nilai (value), kekayaan (welfare), dan utilitas (utility) berdasarkan asumsi berlakunya hukum alami.
 
Dari ajaran ekonomi klasik yang dikembangkan oleh Adam Smith, dikembangkan juga sistem ekonomi liberal-kapitalis yang lebih mempercayakan perekonomian pada pasar ketimbang perencanaan-perencanaan oleh pemerintah. Adam Smith berpendapat bahwa kegiatan ekonomi seseorang yang bertujuan untuk keuntungan pribadi sebaiknya juga memiliki efek yang baik untuk masyarakat secara umum. Menurutnya, pasar bebas memiliki mekanisme untuk memperbaiki kondisi yang tidak normal dengan istilah invisible hand  (tangan tak terlihat).
 
Fenomena invissible hand juga dapat dilihat dari kemampuan pasar memperbaiki situasi yang tidak sehat. Menurut Adam Smith, efek dari pasar bebas adalah kebaikan bagi seluruh masyarakat. Adam Smith juga sangat menekankan pentingnya meritokrasi. Sistem ini digunakan oelh institusi untuk memilih orang yang memikul tanggung jawab berdasarkan kemampuan atau bakatnya. Meritokrasi adalah faktor penting yang ditekankan untuk mendorong masyarakat agar selalu memperbaiki dirinya sendiri. Meritokrasi juga mendorong spesialisasi dan efisiensi dalam ekonomi.
 
- Wawin Rezki Faushy -

Komentar