Adam Smith dan Pandangannya Dalam Ekonomi Dunia

Adam Smith dan Pandangannya Dalam Ekonomi Dunia - John Adam Smith atau yang lebih terkenal dengan Adam Smith adalah
seorang ahli filsuf berkebangsaan Skotlandia. Beliau dikenal sebagai
Bapak Ilmu Ekonomi dunia setelah menerbutkan sebuah buku yang berjudul:
The Wealth of Nations. Secara garis besar, buku ini membahas mengenai:
apa yang menentukan tingkat kemakmuran suatu bangsa dan bagaimana taraf
hidup rakyat dapat ditingkatkan dan didistribusikan.
Pikiran utama The Wealth of Nations ialah globalisasi yang bergeliat
menurut kondisi pasar dimana ia berpedoman bahwa dengan sendirinya dapat
menghasilkan komoditi yang dibutuhkan masyarakat konsumen bnaik secara
jumlah maupun kualitas produk. Dalam kasusnya ia melihat ketika
stokproduk yang sedang menjadi tren justru menurun,maka secara otomatis
harga produk tersebut yang beredar dipasaran akan terkoreksi kemudian
hal ini akan memberi keuntungan kepada siapapun yang memproduksinya.
Disebabkan laba yang mengiurkan maka orang lainpun ikut memproduksi
produk yang sedang dicari itu. Hal ini berakibat memperbaiki persediaan
produk yang dimaksud. Sehingga pada akhirnya harga produk tersebut akan
kembali normal lagi. Menurutnya roda ekonomi itu tadi tidak ada yang
memperbaikinya, tapi keadaan tersebut akan teratasi dengan sendirinya.
Pria yang meninggal di usia 67 tahun ini mengemukakan bahwa seharusnya
manfaat kepada masyarakat luas juga dirasakan dari aktifitas ekonomi
seseorang yang berkepentingan pribadi sekalipun. Lalu muncullah istilah
invisible hand (tangan tak terlihat) dimana globalisasi mempunyai
sistem untuk mengoreksi keadaan yang tidak sehat. Kerana dampak dari
pasar bebas ialah kemaslahatan bagi semua lapisan masyarakat.
Dalam kontribusinya di ekonomi dunia tokoh yang lahir di kota Kirkcaldy,
Skotlandia, tahun 1723 ini juga mencetuskan metode meritokrasi. Adalah
mekanisme yang dipakai instansi terkait untuk memilih individu yang
tepat sesuai kemampuan atau bakatnya guna memikul tanggung jawab yang
diberikan. Istilah ini disebut-sebut sebagai cambuk agar manusia
berusaha memperbaiki dirinya menjadi lebih baik lagi dari waktu ke
waktu. Selain itu sistem ini juga mengupayakan terjadinya spesialisasi
dan efisiensi dalam ekonomi. Ekonom lulusan dari Universitas Oxford ini
berada di peringkat 30 di Daftar orang paling berpengaruh - karya
Michael H. Hart.
Selain itu, menurut Adam Smith, secara sistematis ilmu ekonomi mempelajari tingkah
laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang
terbatas guna mencapai tujuan tertentu. Ini yang banyak dikenal sebagai
teori ekonomi klasik. Dalam analisisnya, Adam Smith banyak menggunakan
istilah-istilah normatif seperti: nilai (value), kekayaan (welfare), dan
utilitas (utility) berdasarkan asumsi berlakunya hukum alami.
Dari ajaran ekonomi klasik yang dikembangkan oleh Adam Smith,
dikembangkan juga sistem ekonomi liberal-kapitalis yang lebih
mempercayakan perekonomian pada pasar ketimbang perencanaan-perencanaan
oleh pemerintah. Adam Smith berpendapat bahwa kegiatan ekonomi seseorang
yang bertujuan untuk keuntungan pribadi sebaiknya juga memiliki efek
yang baik untuk masyarakat secara umum. Menurutnya, pasar bebas memiliki
mekanisme untuk memperbaiki kondisi yang tidak normal dengan istilah
invisible hand (tangan tak terlihat).
Fenomena invissible hand juga dapat dilihat dari kemampuan pasar
memperbaiki situasi yang tidak sehat. Menurut Adam Smith, efek dari
pasar bebas adalah kebaikan bagi seluruh masyarakat. Adam Smith juga
sangat menekankan pentingnya meritokrasi. Sistem ini digunakan oelh
institusi untuk memilih orang yang memikul tanggung jawab berdasarkan
kemampuan atau bakatnya. Meritokrasi adalah faktor penting yang
ditekankan untuk mendorong masyarakat agar selalu memperbaiki dirinya
sendiri. Meritokrasi juga mendorong spesialisasi dan efisiensi dalam
ekonomi.
- Wawin Rezki Faushy -
Komentar
Posting Komentar