Lemparan Batu
Tiba-tiba dia melihat seorang anak kecil menggerakkan tangan dan... pletak,,,,!! Terdengar suara nyaring dari sisi kiri pintu mobilnya. Spontan karena terkejut, diinjaknya rem mobilnya kuat-kuat. a;u dengan perasaan geram mobil pun segera dimundurkan ke arah tempat batu itu dilempar.
Sesampai disana si pengusaha bergegas turun untuk melihat apa yang terjadi dengan mobil kesayangannya. "Aduh..... benar-benar kurang ajar!" Dia memaki sambil tangannya mengusap sayang goresan pintu mobilnya. Amarahnya memuncak.
Dengan segera matanya menangkap sosok anak kecil yang ada di sana. Ia menghampiri anak itu dengan tangan terkepal marah. "Hai, kamu! Lihat...! Apa yang telah kamu lakukan pada mobil kesayanganku?! Lihat goresan itu!" teriaknya geram.
Si anak tampak pucat gemetar ketakutan waktu berbicara pada sang pengusaha. "Ma.. Maaf, Pak," katanya terbata-bata. "Saya salah dan benar-benar minta maaf sebab saya tidak tahu lagi harus melakukan apa....."
Dengan raut muka ketakutan, mata berkaca-kaca, tangan meminta ampun,ia melanjutkan kata-katanya, "Maaf pak, saya terpaksa melempar batu itu karena tidak ada seorangpun yang mau berhenti..."
Dengan air mata mulai berjatuhan dipipi, anak tadi menunjuk ke arah sesuatu, "Itu di sana, ada kakakku yang lumpuh. Dia kesakitan, jatuh tergelincir dari kursi rodanya. Saya tidak kuat mengangkatnya dan tidak ada seorang pun yang mau berhenti menolongnya, "ucapnya sambil terisak dengan pandangan mata berharap, "Tolong, tolong kakak saya, Pak."
Setelah mendengar penjelasan anak kecil itu, sang pengusaha tidak mampu berkata-kata. Spontan amarahnya mereda. Dihampiri diangkatlah si cacat yang tengah mengerang kesakitan, lalu didudukkan kembali ke kursi rodanya. "Terima kasih Pak,semoga Tuhan membalas kebaikan hati Bapak."
The cup of Wisdom
Sama dengan laju kendaraan, hidup kita seolah dipacu untuk tetap berjalan, dengan kecepatan yang semakin tinggi, melintasi berbagai tikungan dan tanjakan. Kesibukan berpacu sering membuat kita lupa menyisihkan waktu untuk berhenti dan menoleh sejenak untuk menikmati pemandangan di sekitar kita sehingga banyak hal yang indah terlewatkan begitu saja.
Tak jarang karena kesibukan yang luar biasa, orang tua yang super sibuk bisa saja kurang memberikan perhatian pada anak-anaknya atau suami yang giat bekerja kadang melupakan istri yang sedang menunggu setia di rumah, Tak jarang pula sebagai seorang pekerja kita melupakan jasa office boy yang sebenarnya sangat membantu kita di kantor. begitulah, karena kesibukan dan rutinitas , kadang kita lupa ada sesuatu yang indah di sekitar kita yang sebenarnya perlu mendapat perhatian lebih.
Padahal kita hidup tidak sendiri. Kita pun berada di lingkungan alam yang sangat membutuhkan perhatian kita. hidup bertetangga akan lebih harmionis jika kita bisa memberikan sapaan ramah kepada sekitar kita setiap saat. Hidup menjadi lebih indah saat bisa meluangkan waktu sejenak untuk memberikan kejutan kecil pada pasangan hidup kita.
hidup juga akan lebih bermakna jika mampu menyisihkan sebagian rezeki, waktu, dan tenaga kita untuk membantu orang lain yang sedang membutuhkan.
Karena itu, bila kita lupa, jangan terburu emosi jika ada "seorang pelempar batu" yang mengenai kita sebagai bentuk peringatan. Batu itu bisa berupa teguran, bisikan, peringatan, atau juga kasih sayang agar kita tidak melaju terlalu cepat. Agar saat kita menjalani kehidupan ini juga menyisihkan waktu untuk ihwal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan tentu juga bagi orang lain dan alam sekitar kita.
Salam sukses luar biasa!

(Y) nice
BalasHapusthanks atas pemberiannya :D walaupun berupa komentar saja..
Hapussaya salut pada anda, dengan tulisan-tulisan anda yang berkualitas serta menginspirasi
BalasHapus